KENDARI – Dalam upaya memperkuat peran kepemimpinan mahasiswa dan meningkatkan sinergi antar organisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama seluruh organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Forum Kepemimpinan Terpadu 2026. Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 4 April 2026, di Aula Pusat Kajian dan Riset Universitas Muhammadiyah Kendari ini menghadirkan lebih dari 500 peserta, mencakup pengurus inti organisasi, anggota aktif, serta mahasiswa biasa yang tertarik mengembangkan potensi kepemimpinan.
Forum Kepemimpinan Terpadu merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memberikan wadah kolaborasi antar unit organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman, memperdalam wawasan tentang manajemen organisasi, dan merancang program-program yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi komunitas kampus dan masyarakat luas.
Peserta Forum Kepemimpinan Terpadu berasal dari berbagai unit organisasi, termasuk BEM Universitas, BEM Fakultas di berbagai jenjang, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi pro-fesi, serta berbagai kelompok studi dan komunitas akademis lainnya. Kehadiran yang masif ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan kapasitas diri dan berkontribusi pada institusi.
Tema Utama dan Fokus Pembahasan
Forum Kepemimpinan Terpadu 2026 mengangkat tema “Kolaborasi Bermakna: Membangun Kepemimpinan Inklusif untuk Perubahan Positif.” Tema ini dipilih dengan cermat untuk mencerminkan kebutuhan zaman yang semakin kompleks, di mana kepemimpinan tidak lagi bersifat hierarkis semata, melainkan kolaboratif dan inklusif.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Abdulwahab Alwi, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menggerakkan perubahan positif. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Saya percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antar organisasi, serta kepemimpinan yang visioner dan inklusif, kita dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk Kendari dan Indonesia secara luas,” ujar Rektor Alwi di hadapan peserta yang memenuhi aula.
Rangkaian kegiatan Forum berlangsung sepanjang hari dengan berbagai sesi, mulai dari pembukaan, talkshow kepemimpinan, workshop interaktif, diskusi panel, hingga sesi networking dan penutupan. Setiap sesi dirancang untuk memberikan nilai tambah dan pengalaman belajar yang mendalam kepada peserta.
Sesi Utama: Talkshow Kepemimpinan dan Inspirasi
Salah satu highlight dari Forum Kepemimpinan Terpadu adalah talkshow yang menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang. Pembicara utama, Dra. Siti Nurhaliza, M.Si., seorang pengusaha sosial dan aktivis pendidikan dari Jakarta, berbagi pengalamannya dalam memimpin organisasi sosial dan bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks pemuda dan mahasiswa.
“Kepemimpinan bukan tentang posisi atau titel, melainkan tentang tanggung jawab dan komitmen untuk melayani. Saya ingin menyampaikan kepada para mahasiswa di sini bahwa setiap orang memiliki potensi untuk memimpin, terlepas dari latar belakang atau posisi mereka. Yang penting adalah niat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Nurhaliza dalam sesinya yang berlangsung selama dua jam.
Pembicara kedua, Dr. Hendra Wijaya, M.A., seorang akademisi dan peneliti dari Universitas Hasanuddin, memberikan perspektif akademis tentang kepemimpinan transformasional dan bagaimana mahasiswa dapat menjadi katalis perubahan sosial di era digital. “Era digital membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk bergerak lebih cepat, lebih luas, dan lebih inklusif. Media sosial, misalnya, bukan hanya platform hiburan, tetapi juga alat yang sangat powerful untuk mobilisasi dan edukasi,” jelas Wijaya sambil menampilkan berbagai studi kasus kepemimpinan mahasiswa sukses di Indonesia.
Workshop dan Diskusi Panel Interaktif
Selain talkshow, Forum Kepemimpinan Terpadu juga menyelenggarakan serangkaian workshop yang mencakup berbagai topik relevan. Workshop pertama berfokus pada manajemen organisasi modern, di mana peserta diajari tentang perencanaan strategis, manajemen sumber daya manusia, serta evaluasi program. Workshop ini dipandu oleh Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Iqbal Pratama, didampingi oleh praktisi manajemen dari sektor swasta.
Workshop kedua mengangkat tema advokasi mahasiswa dan pengaruh kebijakan publik. Peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana organisasi mahasiswa dapat secara efektif mengadvokasikan isu-isu penting, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga kesejahteraan sosial. Fasilitator workshop, Fatimah Zahra, S.H., M.H., seorang advokat muda dan anggota dari Forum Komunikasi Advokat Muda Indonesia, memberikan wawasan praktis tentang strategi advokasi yang efektif.
Diskusi panel yang menghadirkan berbagai pengurus organisasi kampus juga menjadi momen penting. Panel berdiskusi tentang tantangan kepemimpinan mahasiswa di era kontemporer, termasuk isu manajemen konflik, sustainability program, serta bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas organisasi. “Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah konsistensi. Banyak program bagus dirancang, tetapi karena pergantian pengurus, program itu hilang begitu saja. Itulah mengapa dokumentasi dan transfer knowledge yang baik sangat penting,” ungkap Salma Putri, Ketua DPM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kolaborasi dan Sinergi Antar Organisasi
Salah satu tujuan utama Forum Kepemimpinan Terpadu adalah membangun kolaborasi yang lebih erat antar organisasi mahasiswa. Dalam sesi khusus, berbagai organisasi mahasiswa mempresentasikan program mereka dan membuka peluang kolaborasi.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga, misalnya, menawarkan kerjasama dengan BEM untuk menyelenggarakan turnamen lintas organisasi yang melibatkan seluruh unit. UKM Seni dan Budaya menawarkan program residensi seni untuk mengembangkan bakat seni mahasiswa. Sementara organisasi pro-fesi seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan dan Himpunan Mahasiswa Teknik menghadirkan ide-ide program penelitian dan pengabdian yang melibatkan komunitas lebih luas.
Respons terhadap inisiatif kolaborasi ini sangat positif. Dalam sesi networking yang diadakan pada sore hari, terlihat berbagai diskusi informal antar pengurus organisasi yang saling membagikan ide dan rencana kerjasama di masa depan.
Dukungan Institusional dan Pimpinan Kampus
Keberhasilan Forum Kepemimpinan Terpadu 2026 tidak lepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Andi Rakhmat, M.Pd., dalam kesempatan berbicara di forum, mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini dan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh.
“Universitas Muhammadiyah Kendari sangat mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Kami menyediakan berbagai fasilitas, dana, dan mentoring untuk mendukung kegiatan organisasi mahasiswa. Kami percaya bahwa investasi pada generasi pemimpin muda adalah investasi untuk masa depan bangsa,” jelas Prof. Rakhmat.
Direktur Pusat Kajian dan Riset Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., yang menjadi koordinator teknis acara, menambahkan bahwa Pusat Kajian dan Riset berkomitmen untuk menjadi inkubator bagi ide-ide inovatif mahasiswa. “Kami membuka pintu lebar bagi mahasiswa untuk menggunakan fasilitas penelitian dan diskusi kami untuk mengembangkan proyek-proyek yang bermakna,” ucap Dr. Suryanto.
Dampak dan Harapan ke Depan
Forum Kepemimpinan Terpadu 2026 diharapkan akan membawa dampak signifikan bagi ekosistem organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, forum ini telah menciptakan momentum untuk sinergi yang lebih kuat antar unit organisasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas program dan dampak sosial dari kegiatan-kegiatan mahasiswa.
Kedua, forum ini telah memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang pentingnya kepemimpinan yang inklusif, visioner, dan berkelanjutan. Peserta diharapkan dapat membawa nilai-nilai dan pembelajaran ini ke dalam organisasi mereka masing-masing.
Ketiga, inisiatif ini telah membangun jaringan yang lebih kuat di antara mahasiswa dari berbagai organisasi, menciptakan peluang kolaborasi yang lebih banyak di masa depan.
Dalam menutup acara, Muhammad Iqbal Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, mengumumkan bahwa Forum Kepemimpinan Terpadu akan menjadi kegiatan rutin tahunan. “Kami ingin agar acara ini terus berkembang dan menjadi jembatan yang menghubungkan semua organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita dapat menciptakan perubahan positif yang nyata,” tegas Iqbal.
Penutup
Forum Kepemimpinan Terpadu 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agent of change. Dengan dukungan institusional yang solid, fasilitas yang memadai, dan semangat kolaborasi yang tinggi, generasi muda Universitas Muhammadiyah Kendari siap memberikan kontribusi positif bagi kampus, Kendari, dan Indonesia secara luas.
Forum ini menjadi bukti nyata bahwa universitas tidak hanya lembaga pendidikan, tetapi juga tempat di mana ide-ide inovatif lahir, kepemimpinan diasah, dan nilai-nilai kemanusiaan ditanamkan. Ke depannya, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan untuk memastikan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkembang menjadi pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan berdedikasi untuk kemajuan bersama.
—
Informasi Tambahan:
– Waktu Pelaksanaan: Kamis, 4 April 2026 (07:00 – 17:00 WITA)
– Lokasi: Aula Pusat Kajian dan Riset, Universitas Muhammadiyah Kendari
– Peserta: 500+ mahasiswa dari berbagai organisasi
– Penyelenggara: BEM Universitas dan Organisasi Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari