Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Pusat Kajian dan Riset (PKR), menyelenggarakan serangkaian acara akademik bergengsi pada hari Selasa, 22 April 2026. Acara yang melibatkan puluhan peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi se-Indonesia ini menjadi salah satu agenda pembelajaran penting di kawasan Sulawesi Tenggara untuk tahun ini.
Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga 17.30 WITA mencakup tiga format pembelajaran utama, yakni seminar nasional dengan tema “Riset Berkelanjutan untuk Pembangunan Daerah di Era Digital”, webinar interaktif berjudul “Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Konteks Kearifan Lokal”, serta kuliah umum “Inovasi Teknologi dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tenggara”.
Kepala Pusat Kajian dan Riset Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, S.E., M.Si., menyatakan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal maupun nasional.
“Acara hari ini adalah manifestasi nyata dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi pusat pembelajaran dan penelitian yang berkontribusi aktif pada pembangunan berkelanjutan. Kami percaya bahwa riset yang baik harus mampu menjawab permasalahan konkret yang dihadapi masyarakat kita,” ujar Dr. Bambang dalam sesi pembukaan resmi acara.
Latar Belakang dan Pentingnya Riset Berkelanjutan
Penyelenggaraan seminar nasional ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan akan penelitian yang berpihak pada pembangunan berkelanjutan. Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam yang kaya, memerlukan penelitian mendalam untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi tersebut tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Andi Mustari, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset berkualitas yang dapat diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkompeten, tetapi juga penelitian yang dapat memberikan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan. Pusat Kajian dan Riset kami adalah bukti komitmen Muhammadiyah dalam hal ini. Kami bangga menghadirkan acara semacam ini yang melibatkan akademisi dari universitas-universitas terkemuka nasional,” jelasnya.
Peserta seminar berasal dari berbagai institusi prestisius, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, serta universitas-universitas swasta terkemuka lainnya. Selain itu, hadir pula praktisi industri, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah yang peduli terhadap pengembangan riset di tingkat daerah.
Tema Utama dan Pembicara Tamu
Seminar nasional dengan tema “Riset Berkelanjutan untuk Pembangunan Daerah di Era Digital” menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., seorang pakar ekonomi berkelanjutan dari Universitas Gadjah Mada. Dalam presentasinya, Prof. Siti menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dalam mengakselerasi riset dan implementasi hasil riset di tingkat lokal.
“Era digital membuka peluang luar biasa bagi peneliti di daerah-daerah untuk terhubung dengan ekosistem pengetahuan global. Namun, kami juga harus memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara etis dan bertanggung jawab. Riset berkelanjutan bukan hanya tentang data dan statistik, tetapi juga tentang dampak sosial dan lingkungan jangka panjang,” papar Prof. Siti dalam sesi seminar yang dihadiri lebih dari 300 peserta.
Pembicara kedua, Dr. Taufik Rahman, M.T., Ph.D., dari Universitas Brawijaya, memfokuskan presentasinya pada “Inovasi Teknologi Hijau untuk Sektor Kelautan Sulawesi Tenggara”. Sebagai daerah dengan garis pantai yang panjang dan sumber daya laut yang melimpah, Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan di sektor kelautan.
“Sulawesi Tenggara memiliki keunggulan kompetitif dalam hal kekayaan maritim. Riset kami menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, region ini bisa menjadi pusat inovasi teknologi kelautan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” tutur Dr. Taufik sambil menampilkan berbagai prototype dan studi kasus praktis.
Format Webinar Interaktif dan Partisipasi Aktif
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi webinar interaktif pada pukul 13.00 WITA dengan tema “Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Konteks Kearifan Lokal”. Webinar ini dimoduli oleh Dr. Hamzah Abdullah, S.Sos., M.Si., dosen senior dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dalam sesi ini, peserta – yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana, peneliti muda, dan akademisi junior – diberikan kesempatan langsung untuk berdiskusi dan bertanya mengenai metodologi penelitian yang relevan dengan konteks kearifan lokal Sulawesi Tenggara.
“Kearifan lokal adalah aset penelitian yang sangat berharga. Namun, untuk dapat dikomunikasikan ke tingkat akademik dan kebijakan, kearifan lokal tersebut perlu didokumentasikan dan dianalisis dengan menggunakan metodologi riset yang ketat. Kami ingin membantu para peneliti muda memahami bagaimana cara mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menggali nilai-nilai lokal,” jelas Dr. Hamzah.
Webinar ini juga menghadirkan narasumber spesialis dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Syaiful Rahman, M.E., yang berbagi pengalaman praktis tentang bagaimana hasil penelitian dapat diubah menjadi kebijakan publik yang berdampak positif.
“Sering kali penelitian bagus hanya tersimpan di rak-rak perpustakaan dan tidak sampai ke pengambil kebijakan. Oleh karena itu, para peneliti perlu memahami tidak hanya metodologi penelitian yang baik, tetapi juga cara mengkomunikasikan hasil penelitian kepada stakeholder yang berbeda-beda,” ungkap Drs. Syaiful dalam sesi tanya jawab yang berlangsung seru.
Kuliah Umum dan Perspektif Inovasi Teknologi
Menutup rangkaian acara pada pukul 15.30 WITA adalah kuliah umum berjudul “Inovasi Teknologi dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tenggara”. Pembicara utama kuliah umum ini adalah Dr. Ir. Wahyu Supriyadi, M.Eng., seorang pakar dalam teknologi tepat guna dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) dari Universitas Airlangga.
Dr. Wahyu mempresentasikan berbagai studi kasus tentang bagaimana inovasi teknologi, meskipun sederhana, dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan fokus pada konteks Sulawesi Tenggara, beliau menampilkan beberapa proyek riset yang telah berhasil meningkatkan produktivitas petani, nelayan, dan pengusaha lokal.
“Inovasi tidak selalu tentang teknologi canggih dan mahal. Kadang-kadang, inovasi yang paling berdampak adalah yang sederhana namun dirancang dengan memahami kebutuhan spesifik masyarakat lokal. Di Sulawesi Tenggara, kami telah melihat bagaimana teknologi pengolahan hasil laut yang sederhana dapat meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan nelayan hingga 300 persen,” rinci Dr. Wahyu dengan antusias.
Kuliah umum ini dihadiri tidak hanya oleh akademisi dan mahasiswa, tetapi juga oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, serta pelaku usaha lokal yang tertarik untuk menerapkan inovasi teknologi dalam bisnis mereka.
Respons Positif dan Harapan ke Depan
Respon dari peserta terhadap rangkaian acara ini sangat positif. Mahasiswa pascasarjana dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Nur Azizah, M.A., menyatakan bahwa acara ini sangat membantu dalam memperdalam pemahaman tentang metodologi penelitian yang relevan dengan konteks lokal.
“Selama ini saya merasa bingung bagaimana cara mengaplikasikan teori-teori penelitian yang kami pelajari dalam kelas ke realitas masyarakat lokal Sulawesi Tenggara. Melalui acara ini, saya mendapatkan insight dan networking yang sangat berharga. Saya juga tertarik untuk berkolaborasi dengan beberapa peneliti senior yang hadir hari ini,” ujar Nur Azizah dengan antusiasme.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, Drs. Miftahul Hasan, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kerjasama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan riset yang aplikatif.
“Pemerintah Kota Kendari sangat membutuhkan dukungan riset untuk dapat membuat kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui acara seperti ini, kami berharap dapat membangun ekosistem riset yang kuat dan saling mendukung antara berbagai stakeholder,” tutup Drs. Miftahul.
Dampak dan Rencana Lanjutan
Keberhasilan penyelenggaraan seminar nasional, webinar, dan kuliah umum ini berdampak positif bagi pengembangan research ecosystem di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pusat Kajian dan Riset telah mencatat berbagai komitmen kolaborasi dari universitas-universitas terkemuka untuk penelitian bersama di bidang-bidang strategis.
Dr. Bambang Sutrisno, dalam pertemuan dengan media, mengumumkan bahwa akan ada tindak lanjut dari acara ini. “Kami akan membentuk kelompok studi khusus untuk riset berkelanjutan yang melibatkan para peneliti dari universitas-universitas yang hadir hari ini. Selain itu, kami juga sedang merancang publikasi prosiding seminar yang akan didistribusikan ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia sebagai kontribusi untuk literatur ilmiah nasional,” jelas Dr. Bambang.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk menyelenggarakan acara serupa secara berkala, dengan harapan dapat menjadi ajang networking dan knowledge sharing yang rutin bagi komunitas peneliti di Sulawesi Tenggara dan Indonesia umumnya.
Penutup
Rangkaian acara seminar nasional, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari pada 22 April 2026 telah berhasil menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam mengembangkan riset yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka, memfasilitasi diskusi interaktif, dan membuka peluang kolaborasi antar institusi, Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan academic excellence di kawasan Sulawesi Tenggara.
Semoga momentum ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut, sehingga Universitas Muhammadiyah Kendari benar-benar dapat menjadi pusat kajian dan riset yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.
[Selesai]