KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Pusat Kajian dan Riset (PKR) mengumumkan peluncuran Program Magang Intensif Tahun 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik dengan sektor industri lokal. Inisiatif strategis ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya berkualitas secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Program yang resmi diluncurkan pada Senin, 1 April 2026, melibatkan lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi termasuk Teknik Industri, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan. Setiap peserta akan ditempatkan di perusahaan dan institusi mitra yang tersebar di Kota Kendari dan sekitarnya selama lima bulan, mulai dari April hingga Agustus 2026.
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di kampus, Program Magang Intensif 2026 merupakan pengembangan lebih lanjut dari skema magang konvensional yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Perbedaan signifikan terletak pada strukturnya yang lebih terorganisir, pemberian beasiswa magang untuk mahasiswa berprestasi, serta jaminan sertifikasi kompetensi dari lembaga independen setelah menyelesaikan program.
Visi Strategis Pusat Kajian dan Riset
Dr. Ir. Hendra Sutrisno, Kepala Pusat Kajian dan Riset Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Rektorat, Selasa pagi, menjelaskan latar belakang dan tujuan strategis program ini.
“Program Magang Intensif 2026 adalah manifestasi nyata dari komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang bridge-the-gap antara teori dan praktik. Kami memahami bahwa mahasiswa zaman sekarang membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Mereka perlu mengalami langsung bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di kelas diaplikasikan dalam dunia kerja nyata,” ujar Dr. Hendra Sutrisno, yang telah memimpin PKR selama empat tahun terakhir.
Lebih lanjut, kepala pusat riset ini menekankan bahwa kolaborasi dengan industri lokal bukan hanya untuk kepentingan mahasiswa, tetapi juga untuk memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai mitra akademik yang kredibel di kawasan Sulawesi Tenggara.
“Kami telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 45 perusahaan dan lembaga pemerintah lokal. Mereka sangat antusias menerima mahasiswa kami karena mereka melihat potensi dan dedikasi yang tinggi. Ini adalah bentuk kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan kami,” tambahnya dengan antusiasme.
Struktur dan Mekanisme Program
Berdasarkan panduan program yang dirilis oleh PKR, magang intensif tahun ini dirancang dengan struktur yang komprehensif. Setiap peserta akan menjalani fase orientasi selama dua minggu, diikuti dengan fase kerja aktif selama 16 minggu, dan ditutup dengan fase evaluasi serta penulisan laporan magang selama dua minggu.
Peserta magang akan ditugaskan pada departemen atau divisi yang sesuai dengan program studi mereka. Mereka akan bertanggung jawab atas proyek-proyek nyata yang berkontribusi langsung pada operasional perusahaan tempat magang. Selain itu, setiap mahasiswa akan didampingi oleh dua pembimbing: pembimbing lapangan dari perusahaan dan pembimbing akademik dari universitas.
Sumasah, salah satu peserta program yang merupakan mahasiswa Teknik Industri semester tujuh, mengungkapkan antusiasmenya dalam sebuah wawancara singkat di kampus.
“Saya sangat bersemangat dengan program ini. Saya akan ditempatkan di PT Artha Kendari, sebuah perusahaan manufaktur yang cukup besar di sini. Saya harap selama lima bulan ini saya bisa belajar banyak tentang optimisasi proses produksi dan manajemen rantai pasokan, yang merupakan passion saya,” kata Sumasah, 21 tahun, dengan senyuman optimis.
Kemitraan Industri dan Dukungan Ekonomi
Salah satu fitur menonjol dari Program Magang Intensif 2026 adalah adanya dukungan finansial untuk peserta. Universitas telah mengalokasikan dana khusus sebesar 2,4 miliar rupiah untuk memberikan tunjangan magang kepada 75 mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik, dengan nominal 4 juta rupiah per bulan selama masa magang.
Dana ini bukan hanya berasal dari anggaran universitas, tetapi juga dari kontribusi perusahaan mitra yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka. Beberapa perusahaan besar seperti PT Semen Kendari, PT Harapan Jaya Logistik, dan Bank Kendari Syariah telah berkomitmen untuk mendukung program ini.
Budi Hartono, Direktur Sumber Daya Manusia PT Semen Kendari, salah satu perusahaan mitra terbesar, memberikan testimoni positif tentang kolaborasi ini.
“Kami sangat mendukung inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghadirkan program magang seperti ini. Dari pengalaman sebelumnya, mahasiswa dari kampus ini memiliki etos kerja yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Kami melihat ini sebagai investasi untuk mendapatkan talenta muda yang berpotensi untuk bergabung dengan tim kami di masa depan,” kata Budi Hartono melalui surat resmi yang dibaca oleh Dr. Hendra Sutrisno.
Persiapan Akademik dan Pengembangan Kompetensi
Sebelum mahasiswa terjun ke lapangan, PKR mengadakan serangkaian workshop persiapan yang dimulai sejak akhir Maret 2026. Workshop ini mencakup topik-topik penting seperti soft skills, profesionalisme di tempat kerja, etika bisnis, komunikasi efektif, dan pemahaman tentang standar industri 4.0.
Dr. Siti Nurhaliza, Koordinator Pengembangan Kurikulum di PKR, yang juga bertanggung jawab atas persiapan program magang, menjelaskan pentingnya fase persiapan ini.
“Kami tidak ingin mahasiswa kami langsung ‘terjeblos’ ke dunia kerja tanpa persiapan yang matang. Workshop persiapan dirancang untuk membangun kepercayaan diri mereka dan memastikan mereka memahami ekspektasi industri. Kami juga mengajarkan mereka bagaimana cara mengambil manfaat maksimal dari pengalaman magang ini untuk pengembangan karir jangka panjang mereka,” jelasnya dalam sesi briefing dengan media kampus.
Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan mentoring online bulanan yang melibatkan praktisi senior dari industri. Setiap bulan, mahasiswa akan menghadiri sesi mentoring virtual di mana mereka bisa berbagi pengalaman dan mendapat nasihat profesional dari mentor yang berpengalaman puluhan tahun di bidangnya masing-masing.
Harapan dan Target Luaran Program
Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan bahwa 70 persen peserta Program Magang Intensif 2026 akan mendapatkan penawaran kerja atau kesempatan untuk melanjutkan kontrak magang menjadi pekerjaan tetap di perusahaan tempat mereka magang. Target yang ambisius ini didasarkan pada data kinerja program-program sebelumnya dan komitmen yang sudah diberikan oleh perusahaan mitra.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainal Abidin, M.Sc., mengapresiasi langkah strategis yang diambil oleh PKR ini. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan melalui humas kampus, beliau menyatakan:
“Program Magang Intensif 2026 adalah bukti nyata dari transformasi akademik yang sedang kami lakukan. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman kerja yang bermakna dan jaringan profesional yang luas. Saya sangat optimis bahwa program ini akan membuka banyak peluang bagi mahasiswa kami dan sekaligus meningkatkan reputasi kampus di mata industri.”
Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Pendidikan Lokal
Para ahli pendidikan melihat inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini sebagai model yang bisa menjadi referensi bagi kampus-kampus lain di kawasan Sulawesi Tenggara. Dr. Andi Mulyadi, seorang dosen senior di Universitas Halu Oleo yang juga aktif di Forum Rektor Universitas Swasta Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara, memberikan perspektif kritis namun positif.
“Program semacam ini menunjukkan bahwa universitas swasta tidak tertinggal dari universitas negeri dalam hal kualitas akademik dan inovasi pendidikan. Malah, dalam hal fleksibilitas dan responsivitas terhadap kebutuhan industri, universitas swasta seringkali lebih agile. Saya berharap inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk meningkatkan kolaborasi dengan industri,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon untuk dimintai pendapatnya.
Tantangan dan Rencana Mitigasi
Tentu saja, program sebesar ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah memastikan bahwa semua peserta mendapatkan pengalaman magang yang berkualitas dan sesuai dengan kompetensi yang ingin dikembangkan. Variasi kualitas pembimbing lapangan di perusahaan-perusahaan mitra juga menjadi perhatian.
Untuk mengantisipasi hal ini, PKR telah menyiapkan sistem monitoring yang ketat. Setiap dua minggu, pembimbing akademik akan melakukan check-in dengan mahasiswa untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan tugas-tugas yang sesuai dan berkembang dengan baik. Jika ditemukan ketidaksesuaian, universitas siap melakukan intervensi atau bahkan pemindahan penempatan mahasiswa ke perusahaan lain.
Lebih dari itu, PKR juga telah merancang rubrik penilaian yang komprehensif untuk mengevaluasi kinerja mahasiswa selama magang. Penilaian tidak hanya dilakukan oleh pembimbing lapangan, tetapi juga melalui portofolio proyek yang dikerjakan mahasiswa, refleksi diri, dan presentasi akhir di kampus.
Penutup dan Antisipasi Masa Depan
Program Magang Intensif 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari merepresentasikan komitmen serius dari institusi untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan melibatkan 150 mahasiswa, 45 perusahaan mitra, dan dukungan dana yang signifikan, program ini memiliki potensi besar untuk mengubah cara mahasiswa belajar dan bersiap memasuki dunia kerja.
Dr. Hendra Sutrisno, dalam menutup acara peluncuran program, mengungkapkan visi jangka panjang PKR.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Program magang intensif tahun depan kami target bisa melibatkan minimal 300 mahasiswa dengan jangkauan mitra industri hingga ke luar Sulawesi Tenggara. Kami juga sedang merancang program studi khusus yang mengintegrasikan pengalaman magang langsung dalam kurikulum akademik, sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu semester akhir untuk belajar dari dunia industri,” katanya dengan antusiasme.
Dengan langkah-langkah konkret dan perencanaan yang matang, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa institusi pendidikan lokal bisa menjadi penggerak perubahan positif dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Program Magang Intensif 2026 adalah awal dari transformasi yang lebih besar, dan dunia akan melihat hasil nyatanya dalam waktu dekat.
(Berita diterbitkan pada 1 April 2026 oleh Tim Humas Universitas Muhammadiyah Kendari)